Showing posts with label Tutorial Komputer. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Komputer. Show all posts

Cara Mengatasi Komputer Tidak Bisa Melakukan Copy Paste, Cut Maupun Save As

Hotden Situmorang Add Comment

Pernah gak mengalami kejadian ketika anda sedang bekerja menggunakan komputer atau laptop tapi tidak bisa melakukan copy paste file? Bahkan lebih parahnya file tidak bisa di save as ke flashdisk atau di cut. Ini berlaku untuk semua file apapun. Berdasarkan pengalaman saya, saya pernah mengalami hal demikian disaat ingin memindahkan file-file penting ke flashdisk. Terpaksa file dikirim lewat email karna sama sekali tidak bisa melakukan copy paste, cut, maupun save as.

Copy paste adalah hal yang paling penting dalam dunia komputer, seandainya komputer tidak dapat melakukan copy paste maka file yang kita kerjakan hanya dapat digunakan pada komputer dimana kita mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi karena virus atau program tertentu yang menyebabkan file windows corrupt atau ulah orang jahil yang sengaja mengubah settingannya agar tidak bisa melakukan copy paste file.
Jika hal ini terjadi pada komputer/laptop anda lakukan cara berikut:
  1. Pertama masuk ke RUN, cara masuk ke RUN bisa dengan klik start lalu ketik RUN, atau bisa juga dengan menggunakan pintasan dengan menekan tombol CTRL+R.
  2. Setelah muncul kotak RUN, ketik Service.msc lalu enter.
  3. Setelah itu akan muncul kotak Services.
  4. Cari tulisan Desktop Window Manager Session Manager.
  5. Setelah itu klik lah pada Restart the service.
  6. Tunggu beberapa saat, Close kotak Service tadi.
Silahkan coba lalukan copy paste dikomputer atau laptop anda. Jika komputer masih tidak bisa melakukan copy paste, maka lakukan cara berikut ini agar bisa mengaktifkan copy-paste kembali yaitu: 
  1. Pertama masuk ke menu Regedit, cara masuk ke menu Regedit bisa dengan cara klik start lalu ketik Regedit atau bisa juga dengan menekan tombol Windows+R lalu ketik Regedit.
  2. Masuk ke directory HKEY_LOCALMACHINE=>SYSTEM=>CurrentControlSet
  3. Klik kanan pada folder Control lalu pilih New => Key
  4. Beri nama folder baru tersebut dengan nama “StorageDevicePolicies”. 
  5. Klik kanan di folder dengan nama “StorageDevicePolicies”, lalu pilih New => Dword
  6. Berikan nama “WriteProtect”. 
  7. Klik dua kali Dword dengan nama “WriteProtect” tersebut, kemudian ganti Value Data menjadi 0. 
  8. Setelah selesai langkah di atas selanjutnya Restart Komputer anda.

Untuk mengembalikan settingan agar tidak bisa di copy paste tinggal mengganti Value Data dari key “WriteProtect” menjadi 1.

Jika cara ini juga tidak dapat menyelesaikan masalah, perhatikan komputer anda apakah menggunakan program/aplikasi khusus untuk copy paste seperti TeraCopy, jika terdapat aplikasi tersebut silahkan anda uninstal/remove.Jika setelah cara-cara diatas dilakukan dan copy paste tetap tidak bisa, anda dapat me restore komputer/laptop anda.

Jika cara-cara diatas tidak juga menyelesaikan masalah, saya sarankan agar komputer anda di repair menggunakan Software Windows untuk memperbaiki file windows yang corrupt.

Demikian Cara Mengatasi Komputer Tidak Bisa Melakukan Copy Paste, Cut Maupun Save As. Semoga bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan masalah anda dalam hal Mengatasi Komputer Tidak Bisa Melakukan Copy Paste, Cut Maupun Save As…. 

Solusi Untuk Mempercepat Booting Pada komputer

Hotden Situmorang Add Comment


Tentu akan sangat menjengkelkan bukan jika komputer sangat lambat saat pertama memulai menyalakan komputer dan harus menunggu booting dengan waktu yang sangat lama apalagi sedang mengerjakan tugas kantor atau tugas kuliah yang sebentar lagi deadline. Sungguh sangat menjengkelkan dan sangat kesal bukan?
Masalah tersebut tentu dapat diatasi dengan mempercepat booting pada komputer. Semua orang pasti menginginkan agar komputer mereka booting dengan cepat sehingga tidak mengganggu aktifitas mereka serta tidak menyita waktu. Cara mempercepat booting pada komputer dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut langkah-langkah untuk mempercepat booting pada komputer:

Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan melalui konfigurasi Windows Boot Perfomance Diagnostic. Sebelum menerapkan konfigurasi ini, Anda harus mengakses group policyi terlebih dahulu. Namun, sayangnya group policy ini tidak ada pada Windows 7 Starter dan Home Edition. Maka Anda boleh mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mempercepat booting komputer Anda:
1.    Tekan tombol Windows+R pada keyboard komputer lalu ketik "gpedit.msc", kemudian tekan Enter.
2.    Pilih Computer configuration pada kolom sebelah kiri lalu pilih:
a.    Administrative Template. 
b.    Systems. 
c.    Troubleshooting and Diagnostic.
d.   Windows Boot Performance Diagnostic.
3.    Kemudian Double klik Configure Scenario Execution Level yang ada dikolom disebelah kanan. 
4.    Maka akan muncul kotak dialog konfigurasi Scenario Execution Level, kemudian pilih Enabled dan pada kolom Options terdapat dua pilihan: pilih Detection Troubleshooting and Resolution.
5.    Kemudian klik Ok untuk menerapkan perubahan lalu close. Dan Selesai!

Silahkan coba restart komputer Anda, lalu lihat apakah bootingnya lebih cepat dari sebelumnya atau tidak.
Jika dengan  cara diatas masih kurang optimal atau masih lambat bootingnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Anda dapat melakukan cara kedua berikut ini.

Cara kedua yang harus dilakukan adalah dengan melakukan konfigurasi pada Advanced Boot. Namun untuk menerapkan konfigurasi ini hanya dapat dilakukan pada komputer dengan processor lebih dari satu core seperti dual core, core 2 duo, core i3, core i5, quad core, core i7. Dengan menerapkan konfigurasi ini akan mengubah jumlah core pada processor yang digunakan untuk booting. Jika secara default hanya 1 core yang digunakan, maka Anda dapat mengubahnya menjadi jumlah maksimal core yang ada pada processor komputer Anda. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkahnya berikut ini:
1.    Tekan tombol Windows+R pada keyboard komputer lalu ketik "gpedit.msc", kemudian tekan Enter.
2.    Maka akan muncul kotak dialog System Configuration, pilih tab Boot. Kemudian klik Advanced Options.
3.    Akan muncul kotak dialog BOOT Advanced Options, lalu centang pada Number of Processors.
4.    Klik tanda panah ke bawah, dan pilih angka yang paling besar sesuai dengan jumlah maximum core.
5.    Klik OK.
6.    Klik OK.
7.    Jika diminta restart, pilih restart untuk melihat apakah ada perubahan pada booting komputer Anda.

Jika cara-cara diatas masih tidak berhasil, maka masalahnya kemungkinan ada pada processor komputer Anda atau pada perangkat lainnya. 
Sebenarnya lambatnya proses booting pada komputer terjadi karena beberapa fakor tertentu. Untuk itu sangat disarankan untuk rajin melakukan perawatan komputer Anda agar tetap awet dan tidak cepat rusak. Semoga tutorial diatas bisa bermanfaat….